Mahasiswa Teknik Mesin UMY Gelar Pameran Otomotif

NO-Dalam rangka membuktikan berbagai macam hasil karya yang telah berhasil diciptakan kepada khalayak umum, Baitul Mal dan Tamwil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (BMT UMY) bekerja sama dengan  Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) UMY adakan Gelar Karya Mahasiswa Teknik dan Pameran Otomotif Toyota, bertempat di Sportorium UMY, Jum’at (27/12). Dalam acara tersebut, ditampilkan berbagai hasil karya ciptaan mahasiswa Teknik Mesin (TM) UMY.
Salah satu karya yang ditampilkan dalam pameran tersebut adalah Electric Car atau mobil listrik yang diciptakan oleh Robin Anhar bersama tujuh mahasiswa TM UMY lainnya. Robin Anhar selaku Wakil Ketua HMM mengungkapkan bahwa Mobil listrik yang kemudian dinamai K.H Ahmad Dahlan (KHAD) Electric Car tersebut tidak menggunakan bensin sebagai bahan bakarnya, melainkan AKI sehingga saat dikendarai tidak akan mengeluarkan asap. “memang Ide awalnya kami ingin membuat mobil yang tidak menggunakan bahan bakar bensin, sehingga kami menggunakan AKI/ACU,” ungkapnya.
Mobil Listrik berbahan bakar AKI
Robin juga memaparkan bahwa Mobil listrik yang dalam pengerjaannya memakan waktu sekitar satu bulan dan menghabiskan dana sekitar 20 juta rupiah tersebut, berbeda dengan mobil lainnya karena hanya menggunakan satu gas dan satu rem namun kecepatannya bisa tetap stabil. Disisi lain, ketahanan AKI yang belum optimal karena hanya bisa bertahan tujuh jam dan harus di-charge ulang jika ingin dikendarai, menjadi kekurangan mobil listrik tersebut. “Mobil Listrik ini hanya dilengkapi satu gas, satu rem dan tetap bisa stabil. Namun, AKI hanya bisa bertahan tujuh jam dan harus di charge ulang jika ingin dikendarai” paparnya.
Dalam pemeran ini juga ikut dipamerkan Motor Yamaha F1 2R-2Tk yaitu motor pembalap yang sudah pernah mengikuti Kejuaraan Nasional Motoprix di Jawa Tengah pada 17 Agustus 2013 lalu, dan juga Kejuaraan di Pemalang yang bertempat di Panti Widuri. Sebelum dirombak dan ditingkatkan performa-nya, pembalap telah terlebih dahulu melakukan uji kelayakan mesin selama satu tahun dan menghabiskan dana sekitar 10 juta rupiah.
Selain itu, ada beberapa karya yang ikut berpartisipasi dalam pameran tersebut antara lain lift oleh Pitro (Mahasiswa TM 2009), pesawat pengintai oleh Team Aerogear HMM; pemarut kelapa oleh Anggi Surya, dan peniris minyak oleh Ilham Haifz. Robin mengimbuhkan bahwa diharapkan semakin banyak mahasiswa Teknik Mesin yang menciptakan karya-karya inovatif yang nantinya dapat diberi dukungan lebih oleh kampus. “kami berharap semakin banyak mahasiswa yang mau berkarya dan tentunya mengharapkan perhatian kampus untuk karya-karya mahasiswa tersebut,” imbuh Robin. (Nur)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar