KETIKA CINTA BERBICARA, MENIKAHLAH : SEMINAR JAA UMY



NO - Minggu, (22/12) – Unit Kerohanian Islam Jama’ah Al-Anhar (UKI JAA) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY),  menyelenggarakan seminar motivasi. Seminar yang bertajuk Seminar Pra-Nikah “Ketika Cinta Berbicara, Menikalah” ini mencoba menyajikan fiqih islam dalam hal pernikahan, maka dihadirkanlah Dr. Warih Adnan Puspitasari, Sp,KJ, M.Kes, Ustadz Syakir Jamaluddin, M,Ag,MA dan Ustadz Fadly Reza sebagai pembicara.

Nama dari ketiga pemmbicara ini sudah tidak asing dalam lingkungan kampus UMY, Dr. Warih sebagai Dosen FKIK UMY, Konsultan Psikologi, Ustadz Syakir sebagai Penulis buku “Bercinta ala Rasulullah SAW” dan Ustadz Fadly sebagai Trainer Pra-Nika.

Annisa Aninditta Lathifah, selaku ketua panitia seminar, mengungkapkan bahwa acara ini bertujuan untuk memfasilitasi peserta dalam rangka untuk menambah ilmu mengenai persiapan apa saja yang harus dilakukan sebelum menikah, melalui motivasi yang diberikan oleh pembicara. “Persiapan menikah tidak hanya butuh waktu satu atau dua bulan saja, namun karena pernikahan adalah perjalanan yang panjang maka harus dipersiapkan secara maksimal”, terangnya saat ditemui usai acara.


 
Ustadz Syakir (berdiri) saat menyampaikan materi Hukum Islam dan Tujuan Menikah

            Acara yang bertempat di gedung AR. Fachrudin unit B lantai 5 ini memotivasi para peserta untuk mempersiapkan diri dalam hal pernikahan. Dr.Warih yang juga seorang ibu rumah tangga memaparkan bahwa persiapan menuju pernikahan haruslah dipersiapkan secara maksimal baik dari segi psikologi maupun kesehatan. Pernyataan ini juga dikuatkan oleh Dr.Warih, bahwa keterampilan komunikasi verbal dan non verbal sangat diperlukan dalam pernikahan.“Kesiapan pernikahan berkaitan dengan memimpin dan dipimpin. Dalam pernikahan diperlukan konsep saling member dan menerima bukan tentang hak dan kewajiban, sehingga timbul keseimbangan antara keduanya dan bukan saling menuntut”, tutur Dr.Warih.

Penulis buku “Bercinta ala Rasulullah SAW” ini menjelaskan tentang hokum dan tujuan menikah dalam  Islam. Karena menurutnya pernikahan adalah salah satu cara untuk memelihara diri, bagi siapa pun yang siap menikah maka segerakan pernikahan tersebut. ”Tujuan pernikahan dalam Islam yang pertama adalah memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya dalam rangka beribadah kepada-Nya, yang kedua adalah menyalurkan hasrat dan kebutuhan biologis di tempat yang dibenarkan syariat dan sekaligus memelihara diri dari kerusakan. Dan yang ketiga adalah melangsungkan keturunan”, jelas Ustadz Syakir.

Ustadz Fadly sebagai “Trainer Pra-Nikah”  ini mengajak para peserta bermain dengan menggunakan tangan mengasah konsentrasi dan kesiapan dalam perubahan. Karena menurutnya konsentrasi dan focus dibutuhkan untuk membuat pernikahan itu bahagia. “Menikah adalah proses perubahan maka dari itulah ia menyempurnakan setengah agama. Wanita siap menikah, sedangkan laki-laki siap mempertahankan pernikahan” kata Ustadz Fadly.

            Acara yang dipersiapkan dalam kurung waktu satu bulan dengan empat puluh panitia ini dihadiri kurang lebih tiga ratus mahasiswa dari berbagai universitas. Para peserta juga sangat antusias dalam mengikutijalannya  seminar. Anisah Hanif Dwi Rachmawati, salah seorang peserta dari jurusan Ilmu Hubungan Internasional  UMY sangat terkesan dengan materi yang dibawakan. “Pematerinya ngenabanget saat penyampaian, jadi kita bisa mengerti dengan jelas pesan yang disampaikan. Juga melaluia cara ini, kita bisa mendapatkan ilmu tentang pernikahan, baik dalam hal untuk mempersiapkannya maupun dalam mempertahankan pernikahan”, jelasnya.(Kucil)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar