Mahasiswa UMY Berinvestasi Untuk Akhirat




NO - Mencerdaskan anak bangsa melalui kegiatan mengajar ngaji dan berbagi ilmu kepada siswa sekolah dasar. Hal itulah yang dilakukan Mahfud khoirul Amin dan beberapa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Di SD Muhammadiyah Tamantirto yang terletak di desa Geblangan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, mereka melakukan perjuangannya berupa mengajarkan keterampilan mengaji untuk siswa-siswi tanpa memungut biaya sepeser pun.
Menurut Mahfud kegiatan ini merupakan kemauan pribadi para mahasiwa secara sukarela. Dengan berkordinasi dengan pihak sekolah mereka mulai mengajar ngaji sebelum aktivitas akedemis secara formal dimulai, yakni dari pukul 06.30 sampai pukul 07.00. Tidak seperti pendidikan formal yang berlangsung dari hari senin hingga sabtu, kegiatan ini hanya berlangsung selama tiga hari yaitu, Selasa, Rabu dan Kamis. 

Gambar diperoleh dari google.com

“Sebenarnya kegiatan ini merupakan warisan para senior mahasiswa UMY yang sebelumnya juga sudah aktif mengajar dan berbagi ilmu kepada para siswa,” tutur Mahfud. Dengan tekad yang kuat serta hati yang ikhlas Mahfud mengaku yakin kegiatan tersebut dapat bermanfaat di dunia dan di akhirat bagi para siswa maupun mereka yang mengajar.
“kita mulai mengajarkan ngaji dari hal yang mendasar yaitu mulai dari iqra,” ungkap Mahfud selaku pengajar aktif di SD yang juga terletak tak jauh dari kampus terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Dengan model pengajaran pondok pesantren, yakni satu per satu siswa datang dan mengaji kepada para pengajar, Mahfud mengaku cara itu cukup efektif untuk membuat para siswa menguasai setiap jilid dalam iqra, lebih lanjut ia berharap agar para siswa nantinya juga mampu untuk membaca Al quran.
Namun demikian para pengajar juga sering mendapati beberapa kendala, seperti siswa yang masih kurang motivasinya untuk mengaji, kondisi cuaca yang sering hujan, dan kemauan para siswa untuk datang lebih awal, “Untuk mengajak para siswa datang lebih awal dari biasanya merupakan hal yang agak sulit, mereka yang masih duduk di kelas 1, 2, dan 3 sejauh ini antusiasnya cukup baik, namun yang di kelas 4, 5, dan 6 masih setengah-setengah dalam mengikuti pengajian,” kata Mahfud, saat ditemui seusai mengajar, di Unires putra, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (20/11).
Lain halnya dengan Muhammad Dedy Yanuar yang juga merupakan salah satu pengajar, mengungkapkan bahwa selain mengajar ia juga belajar dari kegiatan tersebut. “Belajar dalam arti bagaimana belajar mentransfer ilmu yang kita miliki, belajar mengetahui psikologis siswa, dan belajar memahami Emotional Question orang lain,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Awalnya ketika diajak oleh Mahfud, ia mengaku sempat tidak menyetujui karena pada pagi hari adalah waktu yang baik untuk membaca buku dari pada untuk melakukan kegiatan di luar. “Namun melihat action teman-teman pengajar yang luar biasa, meski hujan tak menggentarkan langkah untuk mengajar itu memotivasi saya untuk terjun juga mengajar ngaji” dengan gaya bahasa yang menggebu gebu Dedy menambahkan.
Beberapa pengajar yang juga aktif dalam mengajar seperti Satria Rizaldi, Wiwik, Yusuf, Zainal, Alfin, Rahmat dan juga Deni yang baru bergabung. “ayo teman-teman mahasiswa berinvestasi untuk akhirat” salah seorang pengajar mengungkapkan. Bangun, bangun, dan bangunlah dari tidur anda, Indonesia sudah lama tidur sekarang saatnya bagi seluruh generasi muda untuk meningkatkan kapasitas intelektualnya dalam sektor keagamaan,” pungkas Dedy. (deni)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar