Hacker Indonesia Bajak Situs Intelijen Australia

 


NO - Aksi Autralia yang membantu Amerika Serikat untuk menyadap Indonesia akhirnya mendapat serangan balik melalui dunia maya oleh berbagai kelompok peretas atau yang biasa disebut sebagai hacker, Indonesia dengan alasan nasionalisme. Target serangan mereka dalam sepekan terakhir adalah halaman Badan Layanan Intelijen Rahasia  Australia atau ASIS, yang beralamat di asis.gov.au.

Harian Sydney Morning Herald (SMH), Senin (11/11) melansir bahwa situs tersebut sudah tidak dapat diakses sejak beberapa hari lalu. Bahkan, ketika mereka mencoba mengaksesnya pada Senin sore kemarin, situs itu masih kolaps dan tidak menunjukkan tampilan apapun.

Peneliti dan Pendiri ICT Institut, Heru Sutadi, turut membenarkan adanya serangan itu. Dihubungi VIVAnews melalui sambungan telepon, Heru menyebutkan bahwa ada satu kelompok peretas (hacker) yang menamakan diri sebagai Tim Indonesian Security Down (ISD) yang mana diyakini sebagai otak di balik penyerangan situs milik intelijen Australia ini. Serangan oleh hacker asal indonesia ini tak hanya dilakukan kepada situs pemerintah. Namun, laman urusan bisnis, perdagangan, dan pendidikan turut pula menjadi sasarannya.

Gambar Ilustrasi Hacker
Bukan hanya karena ‘geram’ terhadap ulah intelijen Australia, hal ini juga dianggap  sebagai perwujudan sikap nasionalisme para hacker Indonesia yang selama ini di kenal sangat ‘beringas’ untuk memprotes berbagai tindakan negara lain terhadap Indonesia. Seperti ketegangan hubungan antara Indonesia dan Malaysia pada tahun 2008 yang terjadi sebagai akibat dari adanya klaim-klaim kebudayaan. Hal inilah yang memicu para peretas Indonesia semakin naik darah lalu menyerang laman milik pemerintah Malaysia serta mengubah tampilan setiap situs dengan tampilan yang bertuliskan kata-kata nasionalisme. (Berbagai sumber). (Id).

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar