Diklatsar Nuansa: Jembatan Generasi Progresif

Febriyo Hadikesuma saat menyampaikan motivasi kepenulisan dalam Diklatsar Jurnalistik, Ahad (17/11)

Progresif adalah sebuah sikap yang harus dimiliki oleh seorang jurnalis, termasuk di dalamnya kritis dan peka terhadap sesuatu. Progresif adalah bergerak ke arah kemajuan. Banyak cara untuk membentuk sikap progresif seseorang, salah satunya adalah membiasakan diri untuk selalu berpikir kritis terhadap masalah maupun sesuatu yang ada di sekitar.


Itulah misi yang dibawa oleh LPPM Nuansa dalam acara Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Jurnalisik yang diadakan selama tiga hari, Sabtu-Senin (16/18). Mega selaku ketua panitia memaparkan bahwa peserta digiring untuk berpikir kritis dari setiap rangkaian kegiatan Diklatsar yaitu dengan memberikan instruksi-instruksi agar dapat direspon secara kritis, “diklatsar ini menjadi gerbang calon-calon jurnalis muda Nuansa untuk selalu berpikir kritis terhadap sesuatu”, tandasnya. Acara yang diikuti oleh 32 peserta ini bertempat di Hotel Annisa, Watu Gajah Gunung Kidul. Diklatsar Jurnalistik yang mengangkat tema “Bersama Nuansa Merajut Kata, Ciptakan jurnalis muda”  ini juga menjadi pintu para peserta menjadi anggota baru Nuansa. 


Acara yang dilaksanakan selama tiga hari menyampaikan beberapa materi diantaranya adalah materi Kenuansaan oleh Mujib Alwi Zuhdi selaku Pimpinan Umum Nuansa 2013-2014, motivasi kepenulisan yang dibawakan oleh CEO Digibook, sebuah lembaga penerbitan buku, Febriyo Hadikesuma. Dasar-dasar Jurnalistik (Dasjur) oleh Wartawan Harian Jogja. Wartawan Harian Jogja Hamied razak menyampaikan, jurnalis adalah seseorang yang mengetahui sesuatu lebih dari pada orang-orang kebanyakan. untuk itu, jurnalis harus mampu mengupas segala sesuatu secara detail dan mendalam. “jurnalis adalah orang yang tahu di tataran yang lebih dalam”, imbuhnya. Juga diberikan materi Fotografi Jurnalistik oleh Talchah Hamid, Dosen Komunikasi UMY. Ia memaparkan bahwa keberadaan foto menjadi sangat penting  dalam sebuah berita .karena berita tanpa foto adalah kosong”, tuturnya. Materi terakhir yang diberikan adalah TUFUSI (Tugas dan Fungsi Redaksi) oleh Pimred Nuansa Nurjannah Awaliyah. 


Acara yang juga dihadiri oleh beberapa alumni Nuansa menjadi moment berbagi pengalaman dan bertukar pikiran diantara, peserta, panitia dan alumni sendiri.. Salah satu peserta memaparkan harapannya untuk dapat mengasah kemampuan menulis, “semoga di Nuansa saya dapat menambah pengetahuan di bidang Jurnalisitik dan tentunya bermanfaat bagi orang lain” terang Sabila, EKPI (2012). (nur/aviq)


Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar