KOPMA UMY: Be a Young Entrepreneur!





NO - Data mengatakan bahwa dari 250 juta pendudukan Di Indonesia hanya 1,25% yang menjadi pengusaha artinya hanya sekitar 3,25 juta penduduk yang mempunyai usaha memproduksi barang sisanya hanya sekedar mengkonsumsi saja. Oleh karena itu, Indonesia merupakan merupakan pasar yang empuk bagi pengusaha dan investor asing yang bebas masuk menguasai perekonomian nasional.
Seperti itulah apa yang disampaikan oleh Shofa Al Farisi Latief, S.IP yang merupakan owner “mlaku2” Oblong Souvenir Jogja sekaligus alumni Hubungan Internasional UMY 2010 dalam Seminar Entrepreneur Motivasi dan Hipnoterapi yang diadakan oleh Koperasi Mahasiswa (KOPMA) dengan mengusung tema “Lejitkan Mimpimu Raih Kesuksesanmu” di AR. Fachrudin B Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu(26/10)
 Dalam seminar tersebut juga di isi oleh Ibu Noor Liesnani Pamela pemilik supermarket terbesar “Pamela” di Jogja bersama Prof., Dr. Heru Kurnianto Tjahjono, SE., M.M dosen S3 UMY yang menyampaikan Motivasi Kepemimpinan Intrapersonal dan Hipnoterapi di penghujung acara.
Shofa juga memaparkan bahwa tidak semua orang yang berusaha atau melakukan usaha itu seorang entreprenuership karena pada dasarnya kunci entrepreneur menghasilkan growth yakni pertumbuhan dan perkembangan pendapatan dalam hal melakukan usaha. Selain itu,  memulai usaha tidak lepas dari 3M, memulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, mulai dari sekarang dan 3M yang lain adalah motivasi yang kuat, mind set yang tepat dan make it. Disisi lain, untuk memulai usaha tidak lepas dari modal, seorang pengusaha tidak lepas dari DUIT yaitu Doa, Usaha, Ikhtiar dan Tawakal.
Ibu Pamela yang memulai usaha dalam bidang pemenuhan sandang dan pangan sejak tahun 1979-an menambahkan bahwa dalam memulai bisnis tidak lepas dari langkah-langkah untuk mengawali usaha. “Seorang pengusaha harus mempunyai pertama, keyakinan bahwa bisnis yang dilakukan harus menang. Keyakinan ini penting untuk mendasari pola pikir dalam berusaha. Kedua, pengusaha harus mempunyai sifat mau belajar dalam berbisnis. Ketiga, tentukan pilihan bisnis yang tepat menurut pengusaha. Keempat, lakukan segera dan tekuni” tandas pemilik tujuh cabang supermarket terbesar jogja sekaligus ibu yang sudah memiliki sepuluh orang cucu.
“Seorang pengusaha dalam memimpin harus mempunyai pengaruh yang tak lepas dari dua poin yaitu, position power dan personal power” jelas Prof., Heru mengenai pentingnya keberadaan kekuatan posisi dan kekuatan personal dalam diri pengusaha yang mana dapat mempengaruhi sukses atau tidaknya usaha yang dijalankannya.
Di penghujung acara Prof. Heru juga melakukan hipnoterapi yang bertujuan untuk menghilangkan energi-energi negatif serta menyebarkan energi-energi positif kesesama peserta seminar. “saya sangat senang mengikuti acara ini, disamping kita mendapat ilmu tentang entrepreurship kita juga bisa mendapatkan terapi mental di akhir acara”, kata Riswandi peserta seminar sekaligus mahasiswa Ekonomi Akuntansi UMY. (thon/MJ)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar