Mimpi Sang Pemimpi



Pemimpin ibarat dalam perang adalah orang yang pertama berdiri di garis depan lapangan, dengan kata lain dia adalah jenderal. Dia itu diikuti, ditiru oleh pasukannya. Dia adalah sosok kuat dengan keteguhan hati dan penuh keyakinan untuk melakukan sesuatu. Dia juga adalah pemimpi utama dalam perang itu, sukses di medan perang atau kalah bersimbah darah.

Demikianlah yang disampaikan Pimpinan Umum (PU) Terpilih dalam sambutannya, Mujib Alwi Zuhdi, Mahasiswa Akuntansi/2011 pada Musyawarah Anggota Musyang Lembaga Pers dan Penerbitan Nuansa (LPPM Nuansa) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (25/6). Acara yang bertempat di ruang sidang student center Mustafa Kemal Pasha UMY dihadiri 50 peserta sidang yang terdiri dari pengurus periode 2012/2013, anggota muda, juga para demisioner dan alumni. 

Pimpinan Umum terpilih, Mujib ditemani dengan 6 pengurus dan 15 anggota muda lainnya siap untuk melanjutkan tongkat estafet kepengurusan mendatang periode 2013/2014. MUSYANG yang berlangsung selama kurang lebih 10 jam membahas beberapa hal; tata tertib sidang, pembacaan laporan pertanggungjawaban periode 2012/2013, pembahasan AD-ART- dan agenda puncak yaitu pemilihan ketua periode 2013/2014. 

Musyang yang dipimpin oleh pimpinan sidang tetap Nanang Khoirino (HI/2012) juga sekaligus mendemisionerkan dua kader yang sudah menjabat dua tahun kepengurusan, Ahlul Amalsyah (PU) dan Achmad Zulfikar (Sekum). Suasana hikmat dan haru ketika Ahlul menyampaikan prakatanya di ruang sidang. Organisasi adalah wadah bermimpi, yaitu mimpi-mimpi mereka yang ada di dalamnya untuk menggapai visi organisasi. “Juga seorang pemimpin haruslah mempunyai mimpi karena dengan begitu Ia akan kuat dan kokoh untuk membawa organisasi lebih baik”. papar demisioner yang juga sedang menyelesaikan studinya di Hubungan Internasional. 

Mujib juga menyampaikan bahwa LPPM Nuansa ingin mengembalikan ruhnya sebagai pers mahasiswa yang mempunyai peran penting di tengah-tengah mahasiswa. Ruh yang ingin dikembalikan yaitu semangat menjadi alat kontrol kampus yang terbuka, sehingga mahasiswa dan kampus dapat jeli dalam melihat dinamika kampus karena mereka adalah dua badan yang tidak dapat dipisahkan. “LPPM Nuansa menjadi wadah penyalur aspirasi, saran dan kritik membangun dari mahasiswa untuk better improvement kampus tercinta kedepan. Selain itu ia juga memaparkan bahwa kesempatan yang diberikan tidak akan terulang lagi termasuk kesempatan terpilihnya ia dalam pemilihan PU. “seperti mimpi penuh dengan emosi, tapi kita harus berani bermimpi karena yang terjadi tidak bisa diulang lagi. Semoga dapat mengemban amanah dengan baik”. imbuhnya. 

Seperti pesan K.H Ahmad Dahlan untuk warga Muhammadiyah, “hidup-hiduplilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup dari Muhammadiyah”. Karena LPPM Nuansa berada di bawah naungan Muhammadiyah semangat yang muncul dari kader-kader Nuansa adalah Hidup-hidupilah Nuansa, jangan mencari hidup dari Nuansa. Papar Alfian Pikoli, PU 2011/2012.  (Nur)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar