H.M.Jusuf Kalla : “Kita Berbeda, Tapi Satu.”



NO- Sebanyak 6.259 mahasiswa baru UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) menyambut kedatangan Bapak H.M.Jusuf Kalla di Sportorium UMY, Selasa (02/09). Beliau hadir tepat waktu, sekitar pukul 10.00 WIB dengan didampingi beberapa asisten.Mengenakan kemeja batik cokelat, beliau nampak bersahaja dan tidak ragu melambaikan tangan kepada para mahasiswa baru yang antusias dengan kehadiran beliau. Kedatangan beliau ini sebagai pembicara dalam kuliah umum yang diselenggarakan UMY untuk menyambut mahasiswa baru, sekaligus sebagai rangkaian acara Masa Ta’aruf (Mataf) dengan tema “Membentuk Karakter Pemimpin Yang Unggul dan Islami.” Kuliah umum dengan moderator salah satu dosen jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Bambang Wahyu Nugroho, S.IP, M.A ini untuk mendampingi Jusuf Kalla di sela-sela beliau memberikan wejangan untuk para mahasiswa baru UMY.
            Mantan Wakil Presiden RI di era pemerintahan SBY ini memberikan materi yang berkaitan dengan tema kuliah umum dengan judul “Membangun karakter pemimpin masa depan yang Unggul dan Islami”. Beliau berkeyakinan bahwa menuntut ilmu memerlukan karakter. Karakter merupakan sifat, kebiasaan, atau sesuatu yang menjiwai diri kita. Sebagai mahasiswa, belajar di universitas bukan hanya tentang membaca buku, tapi bagaimana berpikir dan bertindak. Berpikir dan bertindak harus disertai memakai logika untuk berbuat yang baik dan sopan menggunakan otak kita. Beliau menambahkan, menjadi pemimpin berkarakter membutuhkan kemampuan, selain secara logika, juga secara rohani. Sebagai mahasiswa di universitas muslim, kita dituntut untuk unggul secara agama, menjalankan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya.      
            Beliau sedikit menyinggung tentang Indonesia. Apa sebenarnya kekuatan Indonesia? Kekuatan Indonesia terletak pada kebhinekaan-nya, negara kita ini mempunyai suku yang berbeda-beda dengan pulau-pulau yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke. Namun dengan perbedaan itu, kita malah menjadi bangsa yang eka, yaitu satu. Indonesia dengan segala kemajemukan dari suku, adat istiadat, hingga agama, malah saling melengkapi satu sama lain. Memang sering terjadi konflik atau gesekan antar suku atau antar umat beragama di Indonesia. Namun hal itu merupakan konflik kecil yang masih bisa diatasi oleh pihak-pihak yang terkait. Dibanding dengan negara berkonflik lain, persatuan dan toleransi yang dimiliki masyarakat Indonesia masih jauh lebih baik.
            Materi yang disampaikan kurang lebih satu jam itu diakhiri dengan membuka kesempatan para mahasiswa untuk bertanya langsung kepada Bapak Jusuf Kalla. Mahasiswa sangat antusias untuk mengajukan pertanyaan, dibuktikan dengan terpilihnya beberapa wakil dari hampir seluruh fakultas mendapatkan kesempatan untuk bertanya dengan beliau. Ada sekitar tujuh mahasiswa yang beruntung mendapat kesempatan bertanya dengan Bapak Jusuf Kalla dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai berbagai persoalan.(ERZ)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar