Kampanye Ecek- Ecek: Mengganggu Perkuliahan di Kampusku


NO- Kegiatan kampanye adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh partai yang mencalonkan diri dalam menyukseskan pemilihan, dalam hal ini adalah kampanye gubernur BEM Fisipol.  Dalam rangka mendapatkan dukungan dari para calon pemilihnya, yang tidak lain adalah  mahasiswa, berbagai kegiatan kampanye dilakukan. Namun, menurut beberapa mahasiswa, kegiatan kampanye partai kurang memberikan kesan yang baik, karena dianggap mengganggu jalannya perkuliahan serta dianggap menggangu   kenyamanan mahasiswa. Salah satunya terkait dengan teknik kampanye dan penggunaan lokasi dan waktu kampanye yang tidak tepat.
Arief (20), salah seorang mahasiswa Fisipol mengungkapkan bahwa penggunaan  alat mengeras suara yang berlebihan dapat menggangu perkuliahan. “media yang dilakukan oleh masing-masing partai dalam upaya kampanye sudah tepat, namun penggunaan pengeras suara yang berlebihan saat orasi dalam kegiatan kampanye, malah membuat mahasiswa yang sedang kuliah terganggu”, terangnya.
Menurut Nizar (20) mahasiswa Fisipol, menyatakan bahwa penggunaan teknik kampanye dengan mengirimkan pesan singkat ke nomor pribadi mahasiswa juga dianggap mengganggu kenyamanan serta privasi mahasiswa. “ kegiatan kampanye sah – sah saja dilakukan oleh para partai asal tidak bersifat menggaggu kenyamanan, seperti kampanye melalui SMS itu menurut saya cukup menggangu”, ujarnya.
Terkait dengan penggunaan tempat dalam kegiatan kampanye, lobi Fisipol masih dianggap tempat yang paling terjangkau dan sentral dalam menarik perhatian masyarakat Fisipol, sedangkan kenyataanya banyak kelas disekitar lobi FISIPOL yang terganggu oleh kerasnya suara orasi dan kampanye tersebut.
“ kegiatan kampanye partai sebenarnya bisa saja dilakukan di kantin atau di parkiran depan lobi fisipol, sehingga tidak mengganggu konsentrasi mahasiswa ketika kuliah “ ujar Ulya, mahasiswi HI UMY menambahkan.
Dalam menyikapi hal ini, Komisi Pemilihan Umum sebagai regulator dapat lebih cermat dalam memberikan jadwal kampanye sehingga kegiatan kampanye tidak mengganggu jam perkuliahan yang ada. serta partai seharusnya dapat mematuhi regulasi yang telah ditetapkan oleh KPU. “ seharusnya jadwal kampanye bisa saja dilaksanakan pada waktu istirahat seperti jeda diantara jam 9-12”, papar Arief.
Melalui pemilihan umum Gubernur BEM Fisipol yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 Mei ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap seluruh masyarakat Fisipol. dan pastinya tetap tidak mengganggu jalannya perkuliahan. Maka, kerjasama yang sinergis antara KPU, partai, dan masyarakat Fisipol sangat diharapkan demi tercapainya proses pemilihan umum yang tertib. “dalam menyukseskan pemilihan umum ini, diharapkan kedepannya para partai, KPU dan seluruh masyarakat Fisipol dapat lebih bersinergi”, papar Arief. (Tari)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar