Pemuda Ksatria Peduli Bencana Mentawai


NO- Seperti biasa, di Jalan Gejayan, Yogyakarta selalu ramai lalu lalang kendaraan. Tiap pagi hingga malam hampir tak pernah lengang. Keramaian itu menjadi rutinitas setiap hari. Tetapi, sibuknya lalu lintas kendaraan hari itu menjadi pesona tersendiri bagi orang-orang ini. Sekitar 5 hingga 7 orang pemuda berdiri di trotoar sejak pukul 16.00 WIB di hari rabu (10/4).
“Peduli Korban Banjir Mentawai”, tulisan pada lembaran kertas karton itu diangkat dan dipaparkan kea rah para pengendara oleh salah 1 pemuda itu. Banjir telah menenggelamkan Kepulauan Mentawai dan dua kecamatan terendam sejak 5 April 2013 lalu.
Seperti yang dikemukakan oleh vivanews.com, Selasa (9/4) lalu, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumatra Barat dan Yayasan Citra Mandiri (YCM) menduga penyebab banjir dahsyat ini dikarenakan perusahaan pemegang Hak Pengelolaan Hutan (HPH) di kawasan itu tidak memaksimalkan program reklamasi. Selain itu, di Siberut, yang merupakan lokasi banjir, karakteristik tanahnya berjenis lempung sehingga kemampuannya menyerap air terbatas.
Sedangkan menurut Republika.co.id Ahad (7/4), korban banjir di Siberut Utara dan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai membutuhkan bantuan logistik pasca banjir.
“Terdapat lebih dari 1000 jiwa penduduk di dua kecamatan tersebut yang masing mengungsi dan membutuhkan bantuan berupa tenda, pakaian, selimut, mie instan, susu, beras, obat-obatan, dan pembalut wanita,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Kep. Mentawai, Elisa Siripang. Dia berkata demikian ketika dihubungi dari Padang.
Kemudian yang dikemukakan Bupati Kep. Mentawai, Yudas Sabaggalet di Sigmanews.us, Selasa (9/4),”Setelah kami meninjau ke lapangan ternyata bencana yang melanda Mentawai luar biasa. Ini merupakan banjir terbesar yang terjadi di daerah ini”.
Maka para pemuda ini tergerak hatinya untuk melakukan aksi di sore terik itu tanpa menghiraukan panas dan polusi yang mengganggu. Mengumpulkan receh demi receh, selembar demi selembar. Satu per satu pengendara mereka datangi. Sekeping koin dari 1 pengguna jalan dapat membuka banyak harapan untuk warga Mentawai mendapat lebih banyak bantuan dari kepedulian masyarakat Yogyakarta.(cahya)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar