Keanehan dan Kunci Sukses Korea Selatan


NO- Merebaknya budaya Hallyu Korea membuat banyak orang bertanya-tanya mengenai rahasia dibalik keberhasilan Korea. Korea yang merupakan negara kecil dan tidak memiliki apa-apa tapi memiliki keanehan-keanehan. Bagi orang Korea hanya ada waktu 8 bulan untuk bekerja memenuhi kebutuhannya selama setahun, karena musim dingin yang berkepanjangan. Sehingga orang Korea terbiasa mengerjakan segala sesuatunya dengan cepat-cepat. Selain itu, tidak terdapat banyak pilihan bagi rakyat Korea selain menjaga negaranya. Keanehan-keanehan inilah yang kemudian membuat banyak negara-negara luar menaruh perhatiannya pada Korea.
Demikian yang dijelaskankan guru besar Hankuk University of Foreign Studies, Prof. Yang Seung-Yoon, saat mengisi kuliah umum yang diadakan oleh Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HI-UMY), bertempat di Ruang Simulasi Sidang HI UMY, Selasa (22/4).
Prof. Yang menjelaskan, selain faktor-faktor keanehan yang dimiliki korea, ada beberapa alasan penting lainnya yang menjadi kunci keberhasilan korea. Pertama, yaitu dari segi kepemimpinan politiknya. Sejak awal kemerdekaannya, pemimpin Korea Selatan mampu melihat masa depan bangsanya dan lebih memilih sistem pemerintahan demokrasi liberal, walaupun saat itu hampir 90% negara dunia banyak yang memilih ideologi sosialisme.
“Terutama pada masa didua kepemimpinan Korsel, yakni masa Presiden Lee Syngman dan masa Park Chung-Hee, yang tetap ingin mempertahankan keamanan dan pembangunan ekonomi korea”, jelasnya.
Kedua, sifat orang Korea yang bersatu padu saat mengalami krisis. Krisis bagi orang korea memiliki dua makna, yakni waktu darurat dan kesempatan baru. Saat terjadi krisis, orang korea melakukan gerakan mengumpulkan emas sehingga hanya dalam waktu 3 tahun sudah mampu membayar utangnya pada International Military Found (IMF). Kemudian saat Jepang ingin menduduki Korsel, semua laki-laki di Korea bersatu menolak rokok dan mengumpulkan uang untuk membayar utang kerajaan, walaupun berakhir dengan kegagalan.
“Lagi-lagi ini karena tidak ada banyak pilihan bagi orang Korea. Hidup atau mati. Berkembang maju atau monoton”, Jelas mantan marinir pada perang Vietnam tersebut.
Ketiga, sikap pemilik perusahaan di Korea yang selalu ingin menyebarluaskan dan mengembangkan bisnisnya. Di Korea Utara (Korut) terdapat suatu tempat bernama Gaesung yang merupakan kompleks Industri dimana terdapat banyak perusahaan-perusahaan milik pengusaha dari Korsel.
“Walaupun konflik Korsel dan Korut memanas, para pengusaha dari Korsel tetap tidak mau jauh-jauh dari perusahaannya yang berada di Korut. Karena upah pekerja di Korut jauh lebih murah, sehingga mereka hanya perlu menyediakan bahan produksi saja”, terang mantan ketua Asosiasi Islamic Study di Korea itu.
Prof. Yang memaparkan kunci lain kesuksesan Korsel tersebut ialah karena adanya “Can Do Spirit”, yakni semangat rajin bekerja. Berbeda dengan orang Jepang yang sudah memiliki pondasi yang kuat untuk mencapai tujuan maksimalnya, orang Korea justru menjadikan tujuan maksimalnya tersebut sebagai landasan awal sehingga sering mengalami kegagalan.
“Kegagalan itu justru membawa keberhasilan, karena membuat orang Korea terus belajar dari kegagalan yang mereka alami”, paparnya.
Diakhir sesi perkuliahannya, Prof. Yang menambahkan bahwa kedudukan Indonesia dan Korea tidak terlalu jauh berbeda. Indonesia bahkan bisa lebih maju dari Korsel karena memiliki pasaran yang luas dan akitf, serta kaya akan sumber daya alam dan masih banyak tanah yang kosong. Walaupun upah tenaga kerja Indonesia kecil, namun masih bisa bersaing dikancah Internasional.
“Dengan semangat kerja yang tinggi dan pempimpin politik yang bersih dan jujur, Indonesia tentu akan menjadi negara yang hebat dan maju”, tutupnya.(kiki)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 comments:

  1. artikel anda sangat bermanfaat dan menarik.

    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis yang bisa anda kunjungi di Publikasi Teknologi Informasi

    BalasHapus