MAGANG TAK HILANG, KKN ADA DEMI PENGABDIAN


NO- Sosialisasi aturan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan Program Studi (prodi) Hubungan Internasional (HI) UMY, memberikan udara segar dari isu-isu yang simpang siur. selama ini beredar dikalangan mahasiswa HI UMY terkait munculnya kembali aturan KKN bagi Prodi HI.
Berlangsung di Ruang Simulasi Sidang ASEAN HI, Senin (25/3). sosialisasi tersebut dibuka oleh Dr. Ali Muhammad., MA selaku Kepala Jurusan HI, yang didamping oleh Sugito., S.IP, M.Si selaku Wakil Kepala Jurusan HI, dan Ade Ma’aruf Wirasenjaya., S.IP, M.A selaku koordinator KKN Prodi HI. Sedangkan perwakilan dari LP3M sekaligus koordinator KKN universitas Sutrisno., SP. MP sebagai pemateri sosialisasi.
Awal dari isu yang simpang siur yang beredar dikalangan mahasiswa HI UMY khususnya mahasiswa semester 6 sendiri, diakibatkan oleh munculnya Surat Keputusan (SK) Rektor berkaitan pelaksanaan KKN di prodi HI di awal semester 6. beberapa mahasiswa HI semester 6 pada saat itu telah dan dalam proses menjalankan masa magang di beberapa instansi, (beberapa mahasiswa melaksanakan proses magang di masa libur semester genap awal tahun 2013 dan sebagian lagi memulai di awal Februari hingga awal Maret). Sehingga berlakunya SK Rektor tersebut menimbulkan perasaan tidak terakomodirnya keinginan mahasiswa HI UMY yang lain yang sedang mempersiapkan proses magang pada bulan Juli nanti.
Pada proses sosialisasi, dipaparkan bahwa aturan magang tetap dapat dikonfersi sebagai pengganti KKN selama proses magang dilaksanakan pada range waktu yang terhitung sebagai semester genap (semester 6). untuk awal semester ganjil mendatang (semester 7) sistem konfersi tersebut tidak dapat diberlakukan lagi, tetapi pihak prodi akan tetap memfasilitasi mahasiswa yang ingin melaksanakan proses magang, sebab masih banyaknya permintaan peserta magang dari instansi tertentu seperti Kedutaan Besar di Jakarta, dan WWF di Pontianak, Kalimantan Barat.
“Magang tidak hilang sama sekali, jika mahasiswa berniat untuk magang, tetap akan difasilitasi, tetapi memang tidak akan disetarakan dan tidak dikonfersi dengan KKN, kita tetap dukung keinginan magang karena magang juga penting”, kata Ali Muhammad.
“KKN tujuannya adalah menghubungkan mahasiswa dengan kehidupan sosialnya. 5 tahun belakangan ini banyak universitas yang menghapuskan aturan KKN, membuat banyak masyarakat yang kehilangan motivator di daerah mereka, sehingga KKN dihidupkan kembali di prodi HI”, tambah Ade Ma’aruf.
Adapun menanggapi persoalan yang marak dipertanyakan oleh mahasiswa terkait sinergitas antara prodi dan aktifitas KKN yang cenderung beragenda fisik, sehingga mahasiswa merasa tidak mengetahui agenda apa yang dapat dan cocok mewakili prodi mereka dalam proses KKN tersebut, Sutrisno mengatakan, “Kalau ilmu Anda tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, atau tidak bermanfaat di masyarakat, tutup sekarang  prodi Anda. Buat apa memperlajari ilmu yang tidak bermanfaat bagi masyarakat, kalau sampai ada mahasiswa HI merasa bahwa ilmunya tidak bisa dimanfaatkan di masyarakat, itu berarti ada yang keliru, realitanya kita lah yang kadang kurang dapat membuat agenda KKN yang berbasis ke-HI-an”.
“Tri darma kampus adalah pendidikan, penelitian, dan pengabdian, dan yang terbaik adalah ketiga hal ini bersifat in line yang artinya bahwa ilmu-ilmu Anda harus bisa diimplementasikan, disosialisasikan, dan digunakan di masyarakat” Tandas  Sutrisno. (jy)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar