Bertebaran 3 Bintang di Milad UMY


Langit yang cerah dengan berjuta tebaran bintang di sana. Tiga diantara mereka bersinar terang dan membentuk garis lurus yang berpadu bersama menghiasi langit. Tiga bintang dilangit itu adalah analogi tiga bintang yang baru saja diraih oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Apa saja bintang tersebut? Sebagaimana bintang itu adalah prestasi untuk Universitas yang tepat pada 1 Maret tahun ini berumur 32 tahun. UMY mendapatkan Akreditasi A dari BAN PT, menjadi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) nomor 1 Se-DIY dan Jawa Tengah dan nomor 3 Se-Indonesia versi Webometrics, serta berhasil meloloskan 90 lebih proposal PKM untuk tahun ini.  

Begitulah apa yang disampaikan oleh Rektor UMY Prof. Dr. Bambang Cipto di Malam Tasyakuran Milad UMY Ke-32 Di Sportorium UMY, Kamis (28/2). Malam Tasyakuran tersebut turut dihadiri oleh mantan Rektor dan sekaligus pendiri UMY  Dasron Hamid, serta menghadirkan pembicara penulis buku Best-Seller Gramedia Jamil Azzaini.

Dalam acara tersebut mantan rektor sekaligus pendiri UMY menjelaskan bahwa proses belajar mengajar UMY yang dimulai dari tahun 1981, memiliki sekitar 90 mahasiswa serta gedung pinjaman SMA Muhammadiyah 7. Sedangkan saat ini UMY yang telah memiilki gedung megah serta memiliki mahasiswa sekitar 12.000 lebih. “kita patut mensyukuri hal ini semua. dari gedung pinjaman hingga gedung megah, dari mengemis mahasiswa sampai berlimpah mahasiswa”, jelas Dasron.  

Sedangkan pembicara Jamil Azzaini mengatakan tercapainya tiga bintang oleh UMY tersebut disebabkan terpenuhinya empat rumus. Rumus tersebut disebut 4-On, yaitu Vission, Action, Passion dan Collaboration. “Dengan empat rumus inilah UMY menjadi bintang yang berkilauan”, katanya.

Jamil menerangkan bahwa dalam hidup seseorang harus punya Vission. seorang manusia harus mempunyai orientasi akherat dan dunia supaya terjadi keselarasan antara dunia dan akherat. Vission saya adalah ingin memeluk Nabi Muhammad SAW ditempat terhormat merupakan motivasi yang berujung pada akherat sedangkan mengisnpirasi 25 juta orang lebih dan sepuluh ribu diantaranya menjadi inspirator adalah yang berujung pada dunia”, tuturnya.

Langkah kedua yang disampaikan Jamil adalah Action, menyibukan diri dengan yang wajib dan sunnah dan sesekali boleh yang mubah lalu meninggalkan yang makruh dan kemudian mencampakan yang haram adalah menjadi skala prioritas untuk mengambil langkah. “kita harus bisa memilih dan memilah kegiatan”, jelasnya.

Selanjutnya yaitu Passion, rumus ini merupakan semangat untuk bergairah dalam melakukan pekerjaan yang akan dihadapi setiap harinya beliau menambahkan ciri-ciri Passion ada tiga yaitu enjoy dalam bekerja, bertambah dalam menghasilkan, dan dihargai dalam karya. Dalam hal ini manusia sering melupakan tiga kata yaitu, terimakasih, mohon maaf dan tolong. “ 3 kata tersebut sangat mudah untuk diucapkan sehari- hari”, katanya.

Langkah terakhir adalah Collaboration, dalam berkarir jangan sekali-kali melupakan partner hidup yang mendukung dari belakang yakni wanita, bisa itu seorang istri atau ibu yang selalu mendukung dibalik kesuksesan para lelaki. “Jangan anggap istri sebagai pembantu rumah tangga saja akan tetapi jadikan ia partner dalam hidup anda, tandas Jamil Azaini yang mengenyam S-2 Manajemen Agrikultur di Institut Pertanian Bogor (IPB). (Mujib)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar