Pertandingan Tak Runtuhkan Persahabatan




Pertandingan di lapangan tidak membuat runtuhnya persahabatan di antara pemain yang sedang berjuang untuk lolos babak demi babak. Rasa kompetisi tidak padam meski harus bertemu lawan yang berasal dari satu perguruan. Sedikit ungkapan dari Zero (9), salah satu peserta yang menghadapi teman baiknya sendiri di lapangan. Pertandingan menjadi ajang pembuktian kemampuan dan kapasitas para peserta di ajang kompetisi taekwondo yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Taekwondo UMY.  


Demikianlah yang terjadi di lapangan pertandingan taekwondo se-Bantul, Sabtu (23/2). Tidak sedikit para peserta yang harus menghadapi lawan dari satu perguruan taekwondo, namun hal ini tidak meruntuhkan persahabatan mereka. Fahri Zulkifri selaku ketua panitia menyatakan bahwa ajang kompetisi ini merupakan seleksi atlit Bantul untuk mencari atlit-atlit Bantul yang akan bertanding di kejuaraan provinsi maupun nasional November mendatang. “acara ini merupakan tahap untuk mempersiapkan atlit taekwondo untuk terjun menghadapi pekan olahraga provinsi.” Tutur ketua panitia yang sedang menempuh studinya di Agribisinis UMY semester 6.  Seleksi atlit Taekwondo Bantul yang berlangsung kurang lebih 10 jam mulai dari pukul 07.30 WIB ini bertempat di lantai dasar masjid K. H Ahmad Dahlan.

Acara yang merupakan kerjasama antara UKM taekwondo UMY dengan Pengurus kota taekondo Bantul mendapatkan apresiasi yang luar biasa dibuktikan dengan banyaknya peserta yang ikut yaitu 150 peserta. Acara yang berlangsung sportif dan tertib dihadiri oleh jajaran atas kampus, Bapak Trianan sebagai perwakilan dari Wakil Rektor bagian kemahasiswaan, pengurus provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, pengurus kota Sleman, Gunung Kidul, Kulon Progo, dan Bantul serta DISPORA Bantul. Apresiasi luar biasa juga terlihat di arena pertandingan dengan banyaknya suporter dan keluarga yang berdatangan untuk mendukung teman atau buah hati tercinta.

Seleksi sendiri dibagi menjadi tiga kategori:
Pra Junior: 7- 13 tahun,
Junior : 14 – 16 tahun dan
Senior : 17 tahun – keatas . Sistem perlombaan menggunakan sistem gugur dengan menggunakan role play World Taekondo Federation (WTF). Pertandingan yang dibagi menjadi 100 partai dipimpin oleh 12 wasit: 10 orang dari daerah dan 2 orang dari nasional.

Seleksi atlit yang tetap menjunjung sportifitas ini diharapkan dapat mencetak para atlit-atlit taekwondo baru berkualitas yang akan terjun di kejuaran yang lebih besar dengan semangat yang tak pernah padam.”kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi dan semangat para atlit-atlit taekwondo UMY pada umumnya dan Yogyakarta pada khususnya.” Papar Fahri. Harapan untuk masa depan taekwondo juga disampaikan oleh Kuts (pendamping pemain) Dojang UMY, Singgih Nugroho. Peningkatan kualitas atlit menjadi perhatian dengan meningkatkan fasilitas yang ada. “perbaikan dan peningkatan fasilitas menjadi penting karena itu merupakan salah satu wahana untuk para atlit bermain”. Tandasnya. (Red)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar