Pers Mahasiswa Sepakat Kawal Isu Lingkungan

Isu lingkungan seringkali menjadi persmasalahan yang kompleks di Indonesia akhir-akhir ini, bencana alam saling bergantian. Hal ini adalah dampak dari pengelolaan yang kurang transparan. Kepentingan berbagai koorporasi seringkali menjadi batu ujian bagi ketahanan lestarinya kondisi lingkungan Indonesia, peningkatan sarana pariwisata juga tak luput dari gangguan perusakan lingkungan. Sehingga dengan kondisi yang demikian, pers mahasiswa sepakat untuk mengawal isu-isu lingkungan di Indonesia secara berkelanjutan.

Demikian yang disampaikan sekjen Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Devi, saat penyampaian kata sambutannya di acara seminar nasional “Keterbukaan Informasi Publik Dalam Pengelolaan Lingkungan”, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara pada Dies Natalies ke 20 yang diselengarakan oleh PPMI bertepatan di Universitas Hindu Indonesia Denpasar provinsi Bali. Jum’at (25/02). 

Hal yang sama juga disampaikan oleh kepala kementerian humas lingkungan hidup Dida Gardera “Peran media mahasiswa yang masih Terjaga indepedensinya dalam mengawal isu-isu terkait lingkungan hidup sangat di butuhkan saat ini, selain dapat mengangkat isu yang luput dari media mainstream, media mahasiswa juga masih tergolong idealis” lanjut Dida pada saat pemaparan materi. 

Berbeda dengan halnya manager Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Oslan Purba menjelaskan Indonesia negeri mahakaya dengan lokasi perdagangan internasionalnya, tetapi rakyat Indonesia masih banyak yang tergolong miskin dan kondisi ekonomi yang tidak merata, “Dengan kekayaan alam Indonesia, rakyat masih belum bisa sejahtera dan kasus-kasus konflik antar sektor juga masih sering terjadi, hal ini yang membutuhkan peran penting bagi pers mahasiswa untuk menggali informasi-informasi dan bisa disampaikan kepada rakyat sebagai bentuk penyadaran dan edukasi publik. 

Di lain pihak wakil ketua komisi Keterbukaan Informasi Publik(KIP) Provinsi Bali, menambahkan dengan adanya seminar ini undang-undang Keterbukaan informasi dan sengketa informasi terus dapat dikawal dalam jalannya proses pengelolaan lingkungan oleh pemerintah daerah di masing-masing provinsi, dan juga pandangannya dalam pengelolaan lingkungan terdapat logika yang berbeda antara negara, entitas bisnis dan kelompok masyarakat sipil, sehingga media alternatif sangat dibutuhkan peran pentingnya dalam dunia yang semakin transparan. 

“Saya berharap setelah berakhirnya kegiatan ini pers mahasiswa dapat mengambil bagian untuk menjadi media alternatif yang saat ini akses jaringan media sudah cukup mudah, pers mahasiswa dapat memamfaatkan teknologi yang ada untuk terus mengawal hal ini” ujarnya di sesi akhir acara.(Shidqi)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar