Semenanjung Patah


ingatkah,
kala apa yang diperjuangkan bagai abu yang telah usai jadi?
cabikan alam yang tak terlukis
tulang ngilu lalu patah

keyakinan yang tiba-tiba jatuh
lalu sesaat merangkak
betapa bisingnya bisikan yang bergaung dalam tanah
sungguh lekat
dalam gamang....

namun
semut-semut yang merayap menjadi malaikat
bagaimana mereka tak pernah berhenti bergerak
melihat mereka seperti bius yang terkatakan
makhluk Tuhan selalu beri makna

perlahan naik
satu demi satu..




ternyata hanya
mendekat menjauh
segala daya runtuh, jiwa menjadi kosong dan melayang
tanpa arah....
jalan panjang itu patah
berhenti.......



seperti apa?




semenanjung patah


(Ly)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 comments: