Rektor Baru, UMY Terus Maju

NuansaOnline- Selamat kepada Rektor UMY terpilih, bapak Prof. Dr. H. Bambang Cipto, MA dan terimakasih kepada bapak HM. Dasron Hamid, M. Sc atas pengabdiannya selama ini.

Kampus merupakan tempat mendidik kader-kader bangsa yang tangguh. Mayoritas pemimpin bangsa lulusan dari berbagai kampus. Artinya, banyak para birokrat, aparat negara yang berlatarbelakang kampus. Maka, menjadi tugas setiap kampus untuk mempersiapkan pahlawan bangsa masa depan. Pekerjaan rumah ini harus dipikirkan oleh semua pihak. Memang, mewujudkan cita-cita ini tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan. Akan tetapi, kita harus selalu berikhtiar untuk mewujudkan impian itu.

Tidak ada satupun kampus yang berjalan mulus dalam mempersiapkan pahlawan bangsa masa depan. Juga kampus tercinta Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tidak luput dari beragam kekurangan di samping tersimpan berbagai macam kelebihan. Tidak bisa dipungkiri, perhatian dosen, karyawan dan para civitas akademika menjadi modal utama untuk mengembangkan kampus yang berslogan “Muda Mendunia” ini. Sungguh cita-cita yang besar dalam rangka mempersipakan kaderisasi pahlawan kebangsaan.

Salah satu pihak yang paling berpengaruh dalam naungan sebuah kampus adalah kepemimpinan sang Rektor. Siapapun rektornya tentu, jiwa kepemimpinan dalam mengembangkan kampus ini menjadi modal terpenting. Semoga kampus ini akan lebih maju dengan rektor baru. Adapun yang perlu diperhatikan kedepannya terkait pengembangan Kampus antara lain:

1. Memunculkan sikap keulamaan di kalangan mahasiswa

Sikap keulaman merupakan sikap yang harus dimiliki oleh para penerus bangsa ke depan. Sehingga semakin banyak ilmu yang dimiliki, maka semakin tawadhulah ia. Sikap keulamaan tidak hanya menjadi sikap mahasiswa fakultas agama, akan tetapi harus dimiliki oleh semua mahasiswa UMY.

Jadi, semua mahasiswa harus memiliki semua sikap itu dengan berbagai macam latar belakang. Mahasiswa kedokteran harus mampu memunculkan sikap keulamaannya dengan keahliannya, mahasiswa FISIPOL harus memiliki sikap keulamaannya dengan keahlian di bidang politiknya, mahasiswa Fakultas Hukum harus menjadikan sikap keulamaan dalam ilmu kehukumannya, mahasiswa Fakultas Teknik harus menjadikan sikap keulamaan dengan ilmu keteknikannya, apalagi anak fakultas agama yang notabene setiap hari sibuk dengan membuka lembaran-lembaran ayat al-Quran dan Hadist Nabi SAW.

2. Menciptakan lingkungan kampus yang asri dan sederhana

Kampus yang asri, bebas dari polusi dengan konsep kesederhanaan namun berkualitas Internasional akan menjadi idaman masyarakat. Tanaman di kampus perlu digalakkan, budaya buang sampah pada tempatnya perlu dipikirkan, dan perokok harus hilang di kampus ini.

Karena hanya dengan melakukan itu kampus ini akan asri sepanjang masa. Sehingga akan mampu memberikan ruang kreatif bagi para mahasiswa dan sekaligus nyaman dalam belajar mengajar.

3. Menyediakan pelayanan terbaik

Pelayanan harus menjadi perhatian bersama. Baik ketika mahasiswa ingin menanyakan sesuatu dan juga nilai semester yang dikeluarkan harus lebih cepat. Sehingga mahasiswa bisa cepat melihat nilai, maksimal satu minggu setelah ujian selesai.

Maka, para karyawan seyogyanya diberikan pelatihan tentang cara melayani mahasiswa dengan baik dan benar. Sehingga mahasiswa senang dan betah di kampus. Dengan demikain akan muncul ungkapan 'kampusku surgaku'.

4. Menjadikan Masjid Kampus sebagai Pusat Keilmuan

Sejarah telah membuktikan bahwa, Nabi Muhammad SAW mengembangkan umat Islam melalui manajemen masjid. Masjid tidak hanya tempat ibadah ritual saja, namun juga tempat menyukseskan segala program kenegaraan. Baik itu diskusi keagamaan, pembahasan tentang politik, ekonomi, sosial, budaya dan lainnya.

Oleh karena itu, masjid harus menjadi pondasi awal untuk membangun peradaban. Begitu pula, yang akan diterapkan di kampus UMY, masjid harus menjadi pusat keilmuan. Maka, perpustakaan induk yang memuat segala buku-buku dan literatur-literatur baik ilmu agama, politik, sosial, ekonomi, budaya dan lainnya harus berada di mesjid. Sehingga akan mesjid akan mampu menjadi pelopor dalam membangun peradaban di kampus UMY.

5. Menata ulang rekrutmen dosen dan karyawan

Banyak dosen dan karyawan yang tidak mengerti tentang Muhammadiyah. Sehingga mereka bekerja di UMY hanya untuk mencari penghidupan semata. Padahal jauh-jauh hari KH. Ahmad Dahlan telah berpesan: ”Hidup-hidupilah Muhammmadiyah dan jangan cari hidup dalam muhammadiyah".

Dengan demikian, bila kita menarik dan merekrut dosen dan karyawan dari persyarikatan sendiri maka akan lebih mudah dalam menyukseskan visi dan misi UMY tercinta.

6. Menata kantin secara Islami

Kantin harus di atur dengan sebaik-baiknya. Sehingga tidak ada kantin yang buka bila adzan sudah dikumandangkan. Kantin tidak boleh melayani bila shalat sedang berlangsung. Sehingga seluruh mahasiswa berbondong-bondong ke masjid untuk shalat berjamaah, bukan malah ramai-ramai ke kantin.

Inilah beberapa hal yang sangat urgen untuk dilakukan oleh rektor terpilih. Sehingga UMY akan terus berada di hati masyarakat. Harapannya juga, semoga seluruh komponen civitas akademika UMY turut berdoa dan mendukung terobosan-terobosan yang akan dilakukan oleh rektor UMY terpilih. Rektor Baru, UMY Terus Maju!. Selamat bekerja Prof Bambang!. Semoga!

Adnan
Ketua UKM Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar