Wakil Dekan FISIPOL UMY: Fresh Club Emban Tugas Suci Universitas

NuansaOnline- Dalam Tri Dharma Universitas yaitu pengajaran dan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, disini penilitian menjadi penting karena termasuk tugas suci bagi dosen ataupun mahasiswa di suatu universitas, maka Fisipol Research Club (Fresh Club) merupakan bagian dari pengemban tugas suci tersebut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FISIPOL UMY) Bambang Wahyu Nugroho, S.IP., M.A. saat acara Pelatihan Proposal Penelitian Fresh Club dalam rangka menyambut Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2013, di Ruang Sidang Perpustakaan UMY, Sabtu (15/12).

Bambang menjelaskan bahwa seorang peneliti dapat menggambarkan suatu hal yang rumit dan penuh kompleksitas menjadi suatu hal yang simpel dan mudah dipahami.

“Jika kita melihat pena, yang kita lihat suatu hal simpel akan tetapi dalam pembuatan pena tersebut terdapat suatu kompleksitas yang rumit dan sangat dahsyat. Sebagai peneliti kita harus bisa menciptakan atau menyuguhkan suatu kerumitan tersebut menjadi hal yang simpel dan mudah dipahami orang lain” jelasnya.

Bambang menerangkan bahwa seorang peneliti dalam menyimpulkan suatu masalah berbeda dengan peramal, karena peneliti akan melalui tiga tahap yaitu adanya melihat masalah, mengumpulkan pendapat dan penarikan kesimpulan.

“Jika seorang peneliti menemukan suatu masalah maka dia akan melihat suatu masalah dengan teliti lalu akan mengumpulkan semua kemungkinan dan mengambil suatu penarikan kesimpulan dari masalah tersebut. Bukan seperti peramal yang melihat masalah lalu memberikan kesimpulan untuk kepuasan orang” terangnya.

Bambang juga menerangkan bahwa permainan pun membutuhkan suatu keseriusan supaya suatu hal tersebut berjalan seharusnya.

“Yang perlu kita pahami bahwa main-main pun membutuhkan keseriusan seperti bermain futsal misalnya kita harus serius supaya terciptanya suasana permainan futsal atau seorang anak yang main masak-masakan membutuhkan keseriusan walaupun sang anak tersebut tahu itu. Cuma main-main tapi dia sangat serius melakukannya. Begitu juga penelitian harus serius dalam melakukannya sehingga tercapainya hasil maksimal” tambahnya. (syah)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar