MTCC UMY: Adakan Terapi Berhenti Merokok Gratis

NuansaOnline- Dengan metode Spritual Emotional Freedom Technic (SEFT) Fuad Baraja menjalankan terapi pada pasien yang ingin berhenti merokok, terapi ini berlangsung di depan Gedung Ar-Fachruddin B Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (06/12).

Terapi berhenti merokok ini merupakan rangkaian acara dari Konferensi “Addresing Tobacco Problems in Developing Countries” yang diselenggarakan atas kerjasama Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) UMY dan The John Hopkins Bloomerg School of Public Health (JHSPH).

Pada saat menjalankan terapi pada pasien fuad mengungkapkan rahasia dari terapi SEFT ini adalah niat dari pasien itu sendiri. “Sebenarnya yang menjadi inti dari terapi ini adalah kesungguhan atau niat dari pribadi bukan karena hebatnya saya menjalankan terapi ini tapi keyakinan dalam diri pasein yang ingin berhentilah yang membuat terapi ini sukses,” ungkapnya.

Fuad jega menjelaskan metode akupuntur dalam terapi SEFT inisebagai peransang urat atau saraf yang berada di sekujur tubuh khususnya kepala dan dada. “SEFT ini menggunakan metode akupuntur, dimana mempelajari sekitar 361 titik di seluruh tubuh. Tetapi dalam SEFT, titik tersebut disederhanakan menjadi 18 titik saja, bahkan untuk klinik berhenti merokok saya hanya menggunakan 9 titik akupuntur saja,” jelasnya.

Menurut pengakuan pasien yang telah mengikuti terapi SEFT ini Sugiyanto, terapi ini membuat seorang pasein yang merasa awalnya rokok itu gurih menjadi pahit bahkan jika dipaksa untuk menghisap rokok pasien tersebut bisa muntah. “ menurut saya terapi ini memang bagus, sebelum terapi saya merasakan rokok itu gurih tapi setelah terapi rasanya berubah jadi pahit” ungkap Sugiyanto.

Sugiyanto juga menambahkan bahwa keinginannya yang kuat untuk berhenti merokok sudah ada sejak dulu akan belum bisa berhenti. “sebelum ada peraturan UMY yang melarang merokok saya sudah ingin berhenti tapi belum kesampaian dan sekarang mudah-mudahan bisa berhenti. Karena memang rokok itu tidak bagus untuk kesehatan dan saya setuju UMY tanpa asap rokok” tambahnya. (syah)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar