Mahasiswa UMY Dukung Gerakan Anti Rokok

NuansaOnline- Kampus Bersih dan Bebas Asap Rokok dapat kita temui ketika memasuki area Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, tidak hanya itu tulisan yang sama terdapat juga diberbagai sudut ruangan di kampus UMY ini.

Namun demikian, tulisan tanpa aksi hanyalah sebuah omong kosong belaka. Sebuah aksi nyata telah ditunjukkan oleh puluhan orang mahasiswa yang tergabung dalam kepanitiaan Conference and Exhibition "Addressing Tobacco Problems in Developing Countries" yang diprakarsai oleh Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bekerjasama dengan Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Rabu-Kamis (5-6/12) di Kampus Terpadu UMY.

Puluhan mahasiswa ini merupakan kader penyuluh Pencegahan, Pemberantasan, Penggunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kampus UMY yang dibentuk pada November lalu.

Menurut Dian Azmawati, S.IP., M.A. selaku Ketua Panitia Pelaksana Konferensi dan Eksibisi, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan seperti ini dimaksudkan untuk memberikan tanggungjawab dalam mengusung isu-isu tentang gerakan anti rokok, serta menunjukkan kepedulian mahasiswa.

"Mahasiswa yang kami libatkan dalam kegiatan ini adalah kader P4GN yang telah dibentuk, namun harapan kedepannya tidak hanya mereka yang terlibat melainkan dapat semakin luas kepada seluruh mahasiswa UMY. Di samping itu, kegiatan ini dilaksanakan untuk menunjukkan kepedulian Muhammadiyah untuk mengontrol penyebaran tembakau dan sebagai langkah konkrit menjalankan fatwa yang telah disepakati bersama," paparnya.

Andry Hafiz salah satu mahasiswa yang tergabung dalam kepanitiaan menyatakan bahwa ia mendapatkan penyadaran yang lebih terhadap perokok setelah mengetahui berbagai fakta yang terjadi dibalik peredaran rokok itu sendiri, tidak hanya itu ia justru prihatin dengan teman-teman yang masih merokok di sekitarnya.

"Dari kegiatan ini saya mendapatkan kesadaran yang lebih terhadap perokok, terutama teman-teman di sekitar saya. Rasa prihatin semakin bertambah ketika mengetahui bahwa Indonesia merupakan sektor utama industri rokok dunia, dan Indonesia termasuk konsumen terbesar juga," jelasnya.

"Saya juga mendapatkan pengalaman baru khususnya dalam bidang pengelolaan acara yang terkait dengan isu-isu terkini salah satunya pengendalian tembakau yang menjadi tema besar dalam acara ini," katanya. (Fikar)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar