Rafiazka Millanida H : I'm just ordinary Girl



Bagi beberapa mahasiswa, kuliah di sebuah universitas sudah membuat pusing kepala, tugas menumpuk, kegiatan mahasiswa yang super sibuk, menjadi alasan malas untuk kuliah di universitas lain dalam priode yang hampir bersamaan.

Berbeda dengan Rafiazka Millanida H, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta jurusan HI International Class (IC), selain kuliah di UMY, fika, begitu biasa dipanggil, saat ini sedang menempuh kuliah di Universitas Gajah Mada fakultas Ekonomi dan Bisnis, menurutnya kuliah adalah learning process yang tidak cukup hanya dengan menuntut ilmu di satu universitas. Remaja yang memiliki motto i’m just ordinary girl who never expect ordinary life ini memiliki banyak prestasi akademik, diantaranya juara satu KPM Award 2008, juara dua Jogja Debating Forum Cup 2007, juara dua SEA Caten English Debate 2008, UMY Debate Team in the 13th Joved 2009.

Selain kemampuan debat berbahasa inggris, mahasiswi yang semasa SD, SMP dan SMA mendapat akselerasi juga pandai berbahasa Perancis dan Mandarin secara aktif. Meski baru berusia 18 tahun, anak pertama dari tiga bersaudara ini tidak pernah puas dengan kemampuan yang dimiliki, itu terbukti dengan ditambahnya kemampuan berbahasa asing Belanda dan Korea yang saat ini sedang dipelajarinya secara otodidak.

Bagi fika, media pembelajaran bisa didapat dengan mudah. Ia bercerita, bahwa dirinya belajar bahasa Belanda dan Korea melalui media online “Sekarang inikan sudah open source, gk mesti beli buku, kita bisa download di audio book, atau e-book, yang kesemuanya bisa didapat for free, tanpa biaya yang tinggi”. Baginya, the world man adalah orang yang memberikan kontribusi untuk orang lain, melalui belajar maka akan mampu membuka cakrawala diri dan nantinya dapat membuka cakrawala dunia.

Fika, yang gemar membaca berbagai gendre buku mengaku, bahwa sejak SD dirinya rajin menulis puisi. “Nanti dikirim ke KR, terus kalau di muat bisa traktir temen-temen, seneng, karena bisa kumpul bareng temen-temen”. Anak sulung dari tiga bersaudara ini, memiliki cita-cita menjadi dosen, selain itu ia mengaku juga memiliki keinginan bekerja di Departemen luar negri (Deplu) sesuai jurusan yang ia ambil (HI), namun tambahnya, cita-cita menjadi Deplu bukan karena profesi yang keren, baginya yang terpenting adalah bagaimana mampu menunjukkan profesionalitas. Sedang cita-cita menjadi dosen adalah profesi yang menarik perhatiannya karena gadis asli joga ini pada dasarnya gemar dengan hal-hal baru dan suka berbagi dengan orang lain.

Berbagai prestasi dan kemampuan yang dimiliki, tidak membuat gadis kelahiran 24 februari ini merasa telah sukses. Akunya, terlalu dini jika sekarang sudah dikatakan sukses, baginya hidup adalah proses belajar. Pernah kecewa, namun fika tidak ingin menenggelamkan kesibukannya hanya dengan memikirkan kekecewaan “Kalau terpuruk kekecewaan, kapan bisa maju, saat kita jatuh orang lain berlari mengejar cita-citanya”.

Ditanya mengenai kuliah di dua universitas sekaligus, dengan senyum dia menjawab, Ilmu berpasangan dengan amal, doa berpasangan dengan usaha. Ilmu adalah hal yang penting karena dengan Ilmu akan mampu mendorong perkembangan manusia. Di sela-sela kesibukan, sesekali fika mengaku bosan, untuk hal yang satu ini gadis berkaca mata penggemar sosok Dr.Surin Pitsuwan, Sekjen ASEAN, seorang muslim asal Thailand Selatan ini mengaku bahwa itu wajar, dan jika bosa datang, yang dilakukannya adalah membebaskan diri sekitar sepuluh sampai lima belas menit untuk benar-benar melepas kesibukannya “Misalnya, yang tadinya di kamar baca buku, bosen, tinggal sebentar, pindah ke teras” terangnya.

Refreshing menurut fika, tidak perlu go out ketempat yang menghabiskan waktu banyak, gadis yang memiliki hobby membaca buku perpustakaan ini mengaku bahwa dengan membaca buku juga dapat menghibur. Banyak macam buku, dengan gendre yang beraneka. Dirinya tidak membatasi satu macam buku yang disuka, semua buku, baik sastra, filsafat, psikologi maupun agama menarik untuk dibaca. Fika menambahkan, Bung Hatta dimasa dulu, dengan keterbatasannya mampu memiliki pengetahuan yang luas, buku yang dibaca juga bermacam-macam, hal ini yang membuat putri dari pasangan Manager asuransi syari’ah dan Dosen Agama Islam terus memacu dirinya untuk tidak segan menambah pengetahuan dengan rajin membaca buku (.)

Tulisan ini telah dimuat pada Nuansa Kabar Edisi Oktober 2010 pada Rubrik ZOOM.
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar