Pengendara di Jogja Wajib Helm SNI

Peraturan baru yang digalakan oleh pemerintah baru-baru ini adalah penggunaan helm Standar Nasional Indonesia (SNI). Aturan ini termasuk dalam Undang-undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan pasal 106 ayat 8 yaitu bagi semua pengendara sepeda motor dan penumpangnya untuk memakai helm yang memenuhi SNI. Pengendara dan atau penumpang yang tidak memakai helm dikenakan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan, atau denda sebesar Rp. 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Di Yogyakarta sendiri, helm SNI mulai diwajibkan mulai tanggal 25 Maret 2009. Tindakan ini bertujuan untuk meminimalisir dampak dari kecelakaan sepeda motor, karena selama ini kasus kematian akibat kecelakaan sepeda motor korban mengalami luka yang parah pada bagian kepala. Hasil penelitian badan litbang Departemen Kesehatan mengungkapkan 25% korban kematian dalam kecelakaan adalah
pengendara sepeda motor dan 88% korban tersebut menderita cedera di kepala.

Helm SNI memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan helm yang bukan SNI. Kualitas yang lebih baik ini juga lebih bermanfaat untuk melindungi kepala kita saat mengendarai sepeda motor. Sebagai warga Indonesia yang baik yang peduli dengan tata tertib dan sebagai warga Yogyakarta pada khususnya, kita wajib menaati peraturan tersebut karena memakai helm saat berkendara adalah hal yang sangat penting. Selain memakai helm SNI, ketika berkendara di jalan raya kita juga harus taat terhadap tata tertib lalu lintas yang ada karena kesadaran dari diri sendiri menjadi kunci utama untuk keselamatan kita. (Dee-berbagai sumber).

Tulisan ini telah dimuat pada Nuansa Kabar Edisi April 2010 dalam rubrik Seputar Jogja.
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar