Kuliahnya Mau Lulus Cepat atau Lambat ?

Universitas merupakan tempat dimana sarjana Strata-1 mencari khasana intelektualitas. Dibandingakan di masa SMA (Sekolah Menengah Atas) ilmu yang dipelajari di civitas academika ini terbagi ke bidang-bidang yang lebih spesifik dan diharapkan mahasiswa pada bidang itu akan mempunyai kemampuan di bidang yang ia tekuni. Seorang sarjana diharapkan mempunyai kemampuan setelah iya selesai mengampu kuliah dan kemampuan yang berupa hard skill dan soft skill yang dipelajari sewaktu kuliah dapat menjadi bekal kedepan untuk menantang beratnya dunia nyata.

Akan tetapi di civitas academica dalam mengampu kuliah mahasiswa ternyata sangat bervarian ada yang menempuhnya dengan sangat cepat dan dengan IPK (indeks prestasi Komulatif) yang tinggi dan katanya terbaik. Ada juga yang menjadi manusia abadi yang mengampuh kuliah lebih dari lima tahun dengan IPK yang pas-pasan. Tentunya dikotomi antara kedua fenomena tersebut menarik untuk di kupas dan dibahas lebih mendalam. Tentu pastinya banyak sekali factor yang menyebabkan kenapa mahasiswa termotivasi lulus cepat dan kendala yang menyebabkan mahasiswa lulus dalam waktu yang lama.

Ingin Lulus Cepat atau Lambat?

Dikotomi antara lulus cepat dan lambat memang menjadi perdebatan hangat. Dari 100 responden sekitar 86% responden memilih ingin cepat lulus, 5% lambat, 5% ingin sedang-sedang saja, 4% missing. (lihat rubric Research).

Faktor penyebab kenapa mahasiswa lebih memilih lulus cepat adalah kebanyakan mahasiswa mempunyai rasa tidak mau membebani orang tua terlalu lama (11% Responden) apalagi dengan biaya kuliah yang melangit di era sekarang ini makanya dengan cepat lulus maka hemat pula biayanya. Alasan lain seperti bosen kuliah lah, factor usia, ingin secepatnya melanjutkan ke S2, dan yang paling utama tentunya adalah ingin mengimplementasikan kemampuan di dunia kerja (36% responden). Untuk alasan kenapa kebanyakan yang lulus lambat dari 100 responden berpendapat ingin mencari pengalaman dan ilmu pengetahuan sebanyak mungkin.

Lebih Berkemampuan Siapa? Cepat? Atau Lambat?

Dari segi kemampuan untuk lulusan cepat ataupun lambat juga menjadi perbincangan hangat. Apakah lulusan cepat yang lebih punya kemampuan? atau kah lulusan lambat?. Dari 100 responden sekitar 53% responden memilih mahasiswa yang cepat lulus lebih berkemampuan , 15% lambat, 28% berpendapat tergantung pada kemampuan individu, 4% missing. (lihat rubric Research).

Dari responden yang berpendapat lulusan cepat yang lebih mempunyai kemampuan beralasan mahasiswa yang cepat biasanya nilai akademiknya bagus karena nilainya bagus jadi pasti menguasai materi dan mereka menilai mahasiswa yang lulus lambat disebabkan mereka tidak focus dan terlalu banyak bersenang-senang.

Sebaliknya responden yang menjawab lulusan lambat yang lebih berkemampuan berpendapat karena dengan lebih lama mereka banyak pengalaman entah itu dari diskusi cultural atau sejenisnya karena tidak hanya kuliah yang merupakan sumber ilmu pengetahuan. Akan tetapi tidak sedikit pula responden yang berpendapat kemampuan itu tidaklah tergantung cepat atau lambat seorang mahasiswa itu mengampu kuliah akan tetapi lebih kepada kemampuan individu itu masing-masing.

Terlepas dari perdebatan diatas tentunya lulus cepat dengan nilai terbaikpun tentunya juga harus di pertanggung jawabkan. Percuma kan lulus cepat akan tetapi kemampuan tidak ada. Dan untuk mahasiswa yang lulus lambat tentunya pertimbangan biaya dan mengurangi beban orang tua bisa menjadi ajang renungan. Kasian kan orang tua. (Red Soul)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar