Eksistensi UKM Bidang Olahraga di UMY

Tidak terasa sudah bertahun-tahun melakukan proses belajar di kampus matahari terbit ini. Tentu banyak sekali aktifitas yang bisa dilaksanakan di kampus ini dari mulai mengikuti UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan), BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), maupun organisasi-organisasi lainnya. Ada juga yang sibuk membuat kegiatan seminar, pelatihan, rapat, sampai diskusi non formal di lingkungan kampus ini yang merupakan tapakan tangga demi menggapai cita-cita masing-masing individu di dalamnya.

Akan tetapi tentulah kegiatan yang paling primer di kampus UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) adalah proses belajar mengajar yang merupakan tujuan utama dan tanggung jawab terhadap orang tua. Mungkin itulah suatu kegiatan normal di kampus matahari terbit ini.

Berbicara mengenai kegiatan di kampus UMY setelah kegiatan belajar mengajar sangatlah ironis. Pasalnya dari sekian banyak mahasiswa yang berkuliah di kampus kita tercinta ini, mungkin hanya sebagian kecil saja yang betah berlama-lama di kampus, sedangkan yang lainnya mungkin enggan untuk menuju kampus setelah mereka pulang dari kuliah.

Tentu banyak sekali alasan untuk sekedar menjawab pertanyaan “Kenapa?” dari malas, capek, sampai alasan keterbatasan fasilitas seperti lapangan basket yang telah berstatus almarhum, lapangan futsal berlantai semen yang saat ini dikalahkan oleh lapangan futsal sintetik (walaupun harus membayar), dan beberapa UKM olahraga lain yang memiliki nasib sama (keterbatasan fasilitas terutama lapangan).

UKM merupakan pundak dari keinginan-keinginan sektoral itu di akomodasi sehingga kegiatan setelah kuliah ini dapat terealisasi, namun sayangnya hanya beberapa UKM saja yang dapat mejalankan fungsinya karena alasan tersebut diatas.

UKM bidang olahraga merupakan UKM yang cukup banyak diminati oleh mahasiswa namun sayangnya aktifitas ini kurang dapat berjalan. Jika ingin berjalan pun, tentu UKM itu harus menyewa lokasi/lapangan di luar lingkungan kampus.

Jikapun telah menyewa lokasi/lapangan di luar lingkungan kampus, akses informasi tentu hanya akan didapat anggota organisasi itu saja sedangkan mahasiswa lain yang juga sebenarnya ingin ikut bergabung tidak mendapat akses informasi.

Olahraga mungkin adalah kegiatan yang biasa namun menurut saya olahraga adalah salah satu kegiatan favorit untuk menjadi alasan para mahasiswa untuk melakukan “Activity after Study” di sore hari setelah seharian belajar dan berfikir. Olahraga dapat dijadikan alternatif untuk me-refresh-kan otak. Namun sayangnya keterbatasan fasilitas seperti lapangan menjadi kendala yang cukup berarti bagi para penggemar olahraga.

Belum adanya tanda-tanda pembuatan lapangan sebagai penganti lapangan yang telah digusur keberadaannya membuat beberapa UKM khususnya bidang olahraga sedikit meredup eksistensinya di kampus kita. Akankah ini akan terus berlanjut? Sesuai kata Sang Jendral dari Medan Naga Bonar “Bah....... lapangan Basket saja tidak ada, bagaimana Tim Basket kita bisa berjaya. Apa kata dunia?”

Tulisan ini telah dimuat pada Nuansa Kabar Edisi April 2010 dalam rubrik Remeh Temeh.
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar