Analisis Film 5 Days of War

Analisis oleh Alfiyan Pikoli



Genre : Action
Release Date : June 5, 2011
Director : Renny Harlin
Screenplay : Mikko Alanne, David Battle
Producer : Renny Harlin, George Lascu, Mirza Davitaia, Koba Nakopia
Distributor : Anchor Bay Films
Runtime : 113 minutes

Saat perang menjadi jalan terakhir dari sebuah diplomasi yang buntu, maka keberadaannya takkan bisa terhindarkan. Ketika perang menjadi senjata penaklukan atas suatu regional tertentu maka di pihak lain perang akan diasumsikan sebagai pembebasan bagi mereka yang ditindas. Menang dan kalah masih menjadi sebuah abstraksi yang sulit diperhitungkan secara quantitatif.

Bahkan terkadang kita melupakan fakta aktual tentang segala kejadian dalam medan pertempuran sehingga ada beberapa keraguan akan keaslian tragedi. Pers sebagai wadah pencitraan segala peristiwa dalam medan perang menempuh resiko yang teramat berbahaya. Film dibuka dengan fakta bahwa 500 wartawan telah tewas dalam perang selama dekade terakhir. Dalam film ini dikisahkan tentang peran para jurnalis perang yang mecoba mengungkap sebuah kejahatan perang yang terjadi.

Film ini dimulai dengan adegan singkat di Irak di mana kontingen pasukan koalisi Georgia menyelamatkan kehidupan seorang reporter Amerika Thomas Anders. Setelah Anders kehilangan satu koleganya di Irak, ia kembali ke Los Angeles tapi segera pergi ke Georgia. Anders bersama dengan juru kamera Sebastian Ganz, mempelajari lebih dalam kehidupan dan eskalasi konflik di Georgia.

Mereka pun terjebak dalam baku tembak saat serangan udara di perkampungan Georgia yang letaknya berbatasan dengan Rusia. Serangan dimulai oleh pasukan Rusia yang belakangan diketahui bahwa mereka bukan pasukan militer pemerintah tapi tentara bayaran yang dipersenjatai Rusia untuk menduduki Georgia.

Pihak pemerintah Rusia membantah segala tuduhan tentang aksi pendudukan Georgia tersebut. Pemerintah Georgia dengan keterbatasan persenjataan memohon bantuan internasional untuk menghentikan peperangan di negaranya. Terjadi beberapa proses negosiasi dengan Negara-negara Uni Eropa dan PBB untuk menggalang persatuan demi kebebasan rakyat Georgia.

Berbagai aksi kejahatan perang yang dilakukan oleh tentara bayaran Rusia terhadap penduduk Georgia berhasil direkam oleh Thomas Anders dan rekannya. Kondisi di Georgia semakin memburuk namun sepertinya dunia tak mau membuka mata. Semua fakta sudah ada di tangan Thomas namun untuk mengabarkan kebenaran ini pada dunia ternyata bukanlah sebuah tugas mudah. Rusia tak ingin kabar ini tersiar sementara dunia masih disibukkan dengan kejadian besar lain yang sepertinya menyita perhatian. Dalam pelariannya, Anders dibantu oleh kapten pasukan khusus Georgia (Johnathon Schaech).

Menyampaikan kebenaran memang tak pernah mudah. Saat ada kepentingan politik yang terlibat, benar atau salah bukanlah pertimbangan pertama. Tugas seorang reporter yang semula sederhana pun jadi bertambah rumit. Bukan hanya menyabung nyawa namun juga harus berperang melawan hati nurani. Lima hari di Georgia terasa bagaikan bertahun-tahun.

Meskipun banyak pihak yang mengatakan bahwa beberapa kejadian di film ini adalah fiktif, film ini sudah cukup mebuka cakrawala berfikir bagi masyarakat dunia akan replica peristiwa yang terjadi antara Rusia-Georgia 2008. Film ini bisa menjadi referensi yang baik bagi mahasiswa Hubungan Internasional untuk mempelajari fenomena-fenomena penting dalam dunia internasional terutama perang. “5 DAYS OF WAR” adalah film yang sangat menegangkan dan penuh intrik politik internasional antar Negara-negara di dunia. ()

Tulisan ini telah dimuat pada Nuansa Kabar Edisi Januari 2012 dalam rubrik Resensi Film.
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar